Indramayu (25/06/26) Pendidikan khusus bagi peserta didik disabilitas menuntut adanya adaptasi strategi pembelajaran yang dinamis, kreatif, dan berorientasi pada kebutuhan individual anak. Sebagai upaya nyata dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan khusus dan perluasan akses disabilitas di Jawa Barat, SLB Negeri 2 Indramayu menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT). Kegiatan ini berfokus pada "Sosialisasi Praktik Baik dan Peningkatan Kompetensi Guru melalui Pembelajaran Mendalam dan Komunitas Belajar/KKA (Kelompok Kerja Guru/Aktivitas)". Melalui IHT ini, guru-guru diharapkan mampu merefleksikan proses mengajar, mengadopsi metode baru yang lebih mendalam, serta memperkuat kolaborasi internal demi tercapainya kemandirian dan karakter unggul bagi peserta didik. Tujuan Kegiatan • Diseminasi Praktik Baik (Good Practices): Berbagi pengalaman sukses antarguru dalam menangani dan mengajar peserta didik dengan berbagai hambatan (A, B, C, D, dan Ganda). • Peningkatan Kompetensi Pedagogik & Profesional: Membekali tenaga pendidik dengan pemahaman mengenai strategi pembelajaran mendalam (deep learning) yang berpusat pada murid. • Optimalisasi Komunitas Belajar (KKA): Mengaktifkan peran Kelompok Kerja Guru atau Komunitas Belajar intra-sekolah sebagai wadah diskusi, pemecahan masalah pembelajaran, dan asesmen diagnostik secara berkala. Inti Materi dan Pembahasan A. Sosialisasi Praktik Baik Sesi ini menjadi ajang bagi para guru senior maupun guru yang telah mengikuti pelatihan tingkat provinsi/nasional untuk memaparkan media pembelajaran inovatif dan manajemen kelas yang inklusif. Fokus utamanya adalah bagaimana memodifikasi kurikulum agar relevan dengan kesiapan belajar masing-masing anak. B. Peningkatan Kompetensi Melalui Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Guru dilatih untuk tidak sekadar menuntaskan materi tekstual, melainkan membawa siswa pada pengalaman belajar yang bermakna. • Asesmen Awal (Diagnostik): Menekankan pentingnya asesmen diagnostik sebelum menyusun program pembelajaran individual (PPI). • Pembelajaran Berbasis Keterampilan Hidup (Life Skills): Merancang projek keterampilan (boga, rias, kriya, dll.) yang mampu menumbuhkan kemandirian anak pasca-sekolah. C. Penguatan KKA / Komunitas Belajar Pembentukan dan optimalisasi Kelompok Kerja Guru (KKG) di lingkungan SLBN 2 Indramayu. Melalui KKA ini, guru dijadwalkan secara rutin untuk: 1. Merancang modul ajar bersama. 2. Mengevaluasi hasil asesmen berkala murid. 3. Saling melakukan observasi kelas (peer review) guna perbaikan mutu mengajar secara terus-menerus. Dampak dan Output yang Diharapkan • Bagi Guru : Meningkatnya kepercayaan diri dan kompetensi dalam menerapkan kurikulum yang fleksibel dan adaptif. • Bagi Sekolah : Tersedianya bank data "Praktik Baik" yang bisa diakses oleh seluruh guru dan menjadi rujukan bagi sekolah reguler dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif. • Bagi Peserta Didik : Terwujudnya ekosistem belajar yang aman, nyaman, dan berkarakter, di mana setiap anak mendapatkan stimulasi perkembangan yang tepat sesuai potensinya. Kegiatan IHT ini menegaskan komitmen SLB Negeri 2 Indramayu untuk terus bergerak maju, sejalan dengan program DIBA PKLK Dinas Pendidikan Jawa Barat dalam menghadirkan layanan pendidikan khusus yang adil, merata, transparan, dan bermutu tinggi. Link Video Kegiatan : https://www.instagram.com/reel/DaAhsqPTEdj/?igsh=MWk0ZWxic3k2NWVzcg==