Asesmen awal (asesmen diagnostik) merupakan langkah krusial dalam pendidikan khusus (Pendidikan Luar Biasa). Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan, hambatan, kelebihan, serta kebutuhan unik dari setiap calon peserta didik baru. Hasil dari asesmen ini akan menjadi fondasi utama bagi pihak sekolah dan guru dalam menyusun Program Pembelajaran Individual (PPI) yang tepat sasaran sesuai dengan karakteristik masing-masing anak.
Asesmen awal (asesmen diagnostik) merupakan langkah krusial dalam pendidikan khusus (Pendidikan Luar Biasa). Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan, hambatan, kelebihan, serta kebutuhan unik dari setiap calon peserta didik baru. Hasil dari asesmen ini akan menjadi fondasi utama bagi pihak sekolah dan guru dalam menyusun Program Pembelajaran Individual (PPI) yang tepat sasaran sesuai dengan karakteristik masing-masing anak.
Waktu dan Tempat Pelaksanaan
• Hari / Tanggal : Rabu, 17 Juni 2026
• Waktu : 08.00 WIB s.d. Selesai
• Tempat : Lingkungan Sekolah SLBN 2 Indramayu
Calon peserta didik baru SLBN 2 Indramayu Tahun Ajaran 2026/2027 yang mencakup berbagai ragam kekhususan, antara lain:
• Hambatan Penglihatan (Tunanetra)
• Hambatan Pendengaran (Turarungu)
• Hambatan Intelektual (Tunagrahita)
• Hambatan Anggota Gerak (Tunadaksa)
• Autisme, dan hambatan lainnya.
Aspek yang Dinilai (Ruang Lingkup Asesmen)
Proses asesmen dilakukan secara komprehensif oleh tim predikator/asesor sekolah yang terdiri dari guru PLB dan tenaga ahli terkait, meliputi:
1. Aspek Medis & Riwayat Perkembangan (Anamnesa):
Wawancara dengan orang tua/wali murid mengenai riwayat kelahiran, tumbuh kembang anak, serta riwayat kesehatan atau intervensi medis yang pernah dilakukan.
2. Aspek Kognitif & Akademik Fungsional:
Mengukur kemampuan dasar membaca, menulis, berhitung (calistung) tingkat dasar, serta kemampuan mengenal warna, bentuk, dan pola terdekat di lingkungannya.
3. Aspek Sensorik dan Motorik:
- Motorik Kasar: Keseimbangan, cara berjalan, koordinasi gerakan tubuh.
- Motorik Halus: Kemampuan memegang pensil, menggunting, meremas, atau menjumput benda kecil.
4. Aspek Komunikasi dan Bahasa:
Kemampuan anak dalam memahami instruksi (bahasa reseptif) serta kemampuan mengekspresikan keinginan, baik secara verbal, isyarat, maupun total communication (bahasa ekspresif).
5. Aspek Bina Diri (Kemandirian):
Menilai sejauh mana anak mampu melakukan aktivitas harian mandiri (Activity of Daily Living), seperti makan/minum sendiri, memberi tahu saat ingin ke toilet (toilet training), dan memakai sepatu atau kancing baju.
Dari pelaksanaan asesmen pada tanggal 17 Juni 2026 ini, pihak SLBN 2 Indramayu menargetkan output sebagai berikut:
• Profil Pemetaan Profil Anak: Diketahuinya klasifikasi hambatan utama dan hambatan penyerta dari murid baru.
• Penempatan Kelas yang Tepat: Dasar pertimbangan pengelompokan kelas berdasarkan kemampuan fungsional dan usia kronologis/mental anak.
• Rekomendasi Pembelajaran: Bahan acuan bagi guru kelas untuk merancang metode mengajar, media adaptif, serta target kompetensi yang realistis di awal semester.
Pelaksanaan Asesmen Awal Murid Baru pada hari Rabu, 17 Juni 2026 di SLBN 2 Indramayu berjalan dengan khidmat dan lancar berkat kerja sama yang baik antara panitia PPDB, tim asesor, serta keterbukaan dari orang tua murid. Langkah awal ini diharapkan dapat membuka jalan bagi layanan pendidikan yang ramah, inklusif, dan tepat guna bagi seluruh anak berkebutuhan khusus di Indramayu.